Informasi

Keunikan Rumah Honai yang Wajib Kamu Tau

5 Keunikan Honai Rumah Adat Papua Suku Dani | Indozone.id

Rumah Honai merupakan rumah adat masyarakat Suku Dani di Papua yang tinggal di sebuah wilayah yang bernama Lembah Baliem. Rumah honai memiliki banyak keunikan yang membuatnya menonjol dibanding rumah tradisional lainnya di Indonesia.

Keunikan rumah honai salah satunya dari bentuknya yang mirip seperti jamur. Tapi ternyata selain itu, keunikan rumah honai masih banyak lagi, yang membuatnya sangat unik dan sangat kental dengan nilai budaya.

Berikut dibawah ini keunikan rumah honai yang wajib kamu tau. Silahkan disimak dengan baik!

  • Asal Usul Nama Honai

Keunikan rumah honai yaitu berasal dari asal namanya yang memiliki rumah untuk laki-laki. Honai berasal dari kata ‘Hun’ dan ‘Ai’.

Rumah honai adalah rumah yang dibuat khusus untuk laki- laki. Oleh karenanya para wanita akan tinggal di rumah Ebei yang bentuknya sama seperti rumah Honai akan tetapi lebih pendek tingginya.

  • Fungsi Rumah yang Beragam

Keunikan rumah honai selanjutnya yaitu dari segi fungsinya yang sangat beragam. Meskipun rumah honai terlihat kecil dan sangat sederhana, akan tetapi rumah honai memiliki beragam fungsi yang sangat membantu masyarakat suku Dani.

Rumah honai bukan hanya sebagai tempat tinggal, rumah honai juga dijadikan sebagai tempat berkumpul warga untuk melakukan diskusi.  Fungsi lainnya dari rumah honai adalah sebagai tempat menyimpan alat-alat perang, menyimpan hasil landag, tempat berdiskusi tentang perencananan strategi perang, dan tempat meyimpan simbol adar orang Dani.

Keunikan rumah honai dari segi fungsi yang tidak digunakan oleh rumah adat lainnya yaitu sebagai rumah pengasapan mumi. Hal ini ditemukan di rumah honai pada beberapa tempat di pedalam suku Papua.

Pengasapan mumi sendiri merupakan mayat yang diawetkan. Jasad yang diasap dan disakralkan tersebut bukanlah orang sembarang, orang tersebut biasanya berasal dari tokoh-tokoh penting desa setempat, contohnya kepala suku.

  • Dibuat dari Bahan Alami

Rumah honai dibuat dari bahan alami yang dapat mudah di temupaki lingkungan masyarakat suku Dani. Hal ini menjadi keunikan rumah honai tersendiri yang membuatnya menjadi sangat otentik dan unik.

Rumah honai terbuat dari kayu, rumpu, dan jerami pada bagian atapnya. Untuk bagian dindingnya rumah honai terbuat dari papan yang berbentuk runcing ujungnya, dan menggunakan balok kayu sebagai tiang penyangga.

Rumah honai juga memiliki alas tidur yang terbuat dari bambu kecil panjang bernama pendi. Sedangkan untuk menghubungkan antar material bahan bangunan suku Dani mengguna tali rotan ataupun akar unutk menyambungkannya.

  • Tidak Ada Jendela

Keunikan rumah honai lainya yaitu tidak memiliki jendela. Hal ini dikarena rumah honai merupakan rumah perlindungan dari serangan binatang buas dan suku dingin.

Rumah honai memiliki tinggi 2,5 meter yang terdapt satu pintu untuk keluar masuk. Luas rumah honai sekitar 5 meter saja.

  • Filosofi Rumah Honai

Rumah Honai memiliki filosofi tersendiri yang membuatnya sangat unik. Nilai filosofi utama dari rumah Honai adalah tentang persatuan dan kesatuan antar sesama suku untuk dapat mempertahankan budaya dan tradisi yang sudah diwariskan oleh para leluhur.

Nilai filosofi ini dicerminkan pada saat pembangunan rumah Honai. Rumah honai hanya boleh didirikan oleh para lelaki  yang dilakukan dengan cara gotong royong.

Keunikan rumah honai lainnya yaitu dalam proses pembangunanya posisi pintu rumah honai sudah ditentukan. Posisi pintu harus menghadap timur atau barat sesuai dengan arah matahari terbit dan tenggelam.

Posisi pintu ini merupakan upaya penghuni rumah Honai untuk waspada akans erangan musuh atau bahaya lainnya yang tiba-tiba mengancam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *